Aku dan Kampung Halaman

                          Aku dan Kampung Halaman


    
Assalamu'alaikum waromatullahi wabarokatuh
perkenalkan nama saya Annisa, saya tinggal di Jl. Arteri Supadio, parit cabang kiri, Gg. Cinta Damai. 
Disini saya akan menceritakan tentang"Aku dan Kampung Halaman"
      Pada Tahun 2001 hingga tahun 2020, saya lahir dan tumbuh besar di desa ini. Tempat yang indah dan asri ini banyak penduduk bercocok tanam menanam padi, di Desa ini kami tinggal hidup aman dan sejahtera. Pada tahun 2000-an tempat ini isi nya hanya hutan  dan banyak sekali pepohonan, pada masa itu hanya ada 1 rumah di tengah hutan itu,yaitu rumahku, akhirnya bertambah 1 rumah lagi yaitu rumah temanku semasa aku kecil, di situlah persahabatan kami mulai, kami berteman dari bayi hingga sekarang. Dahulu kala jalan di desa ini hanya ada bebatuan besar yang berwarna kuning dan sering sekali terjadi kebanjiran sehingga kami berjalan kaki meninjak batu yang besar itu tanpa alas kaki.
Tahun demi tahun berlalu bencana banjir itu semakin meresahkan warga yang menanam padi akibat gagal panen, banjir itu merusak pemukiman daerah yang kami tempati sehingga banjir masuk ke area dalam rumah kami, rumah kami pun terendam banjir. Akibatnya semakin tahun di desa ini pepohonan mulai banyak sekali yang di tebang karena orang yang memiliki tanah itu membangun banyak sekali komplek perumahan akan tetapi komplek perumahan itu tak banyak orang yang menempatinya, sehingga komplek perumahan itu sudah dikerumuni banyak lumut hijau. Hari demi hari aku jalani di tempat tinggalku ini karena lingkungan yang sangat asri aku betah tinggal disini, saling bersilatturahmi antara ibu-ibu pengajian, dan bapak-bapak pertanian. Di bagian ujung desa kami itu di tempati oleh banyak sekali suku madura, setiap hari nya orang-orang suku madura berjajak sayuran setiap pagi nya. Adapun adat dan tradisi yang dijalani di desa ini seperti, robo'-robo', pembacaan doa tolak bala hasil panen padi tiap tahun nya, dan perayan Maulid Nabi Muhammad SAW. Nah pada ujung desa kami itu suku madura memperingati hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW, berbeda dengan orang-orang sekitar kami lakukan. Adat suku madura itu dia banya sekali menyajikan makanan berupa buah-buahan, dan kue, di samping itu mereka menghiasnya dengan uang receh di atas makanan tersebut, biasanya mereka bentuk pesawat, dan kapal. Itulah perbedaan suku madura dan wilayah yang aku tempati ini.
Di sini aku sudah memiliki banyak sekali teman seiring berjalan nya waktu, kami berteman mulai dari SD sehingga kami pernah membuat komunitas, dulu kami sering sekali bermain hingga lupa waktu, hingga waktu perpisahan SD mulai dekat kami berencana ingin menampilkan bermain rabana. Setelah lulus SD dengan arah sekolah SMP kami yang berbeda kami jarang sekali bertemu sampai masa SMA ini pun sangat jarang sekali, sampai-sampai ketemu di jalan pun ingin menyapa rasanya malu karena lama tidak bersua, kami ngumpul pun 1 tahun sekali, itu pun hari lebaran saja. Sekarang kami semua sudah lulus SMA dengan jalan arah yang berbeda pula, aku memiliki teman dekat 9 orang yang masing-masing ada yang melanjuti studi nya, ada yang langsung bekerja.

Komentar

Posting Komentar